Kamis, 28 Juni 2012

What a really touching story

Actually i've ever posted it on my facebook notes, but it's still the most touching story i've ever read..
So I Decided ti post it here, hopefully it'll touch you also :)
I'm not sure if you'll not cryin' after read it

Girl: I'm having heart surgery today.
Boy: I know.
Girl: I love you!
Boy: I love you more, much more!
... After surgery, when the girl woke up, only her father is next to her bed.
Girl: Where is he?
Father: You don't know who gave you the heart?
Girl: What? (She starts crying)
Father: I'm just kidding, he went to the toilet! :P

Hahahaha ;p

Baca Selanjutna..

That's why I love physics (Mega Proyek The Large Hadron Collider)

Siang-siang gini, browsing-browsing di internet (maklum pengangguran) akhirnya saya menemukan suatu yang menarik. Kalo kalian semua pernah baca novel Angel and Demon pasti pernah baca pengenai mesin akselerator partikel yang merupakan proyek mensimulasikan kembali proses terjadinya Big Bang. (gatau? makannya baca). Dan akhirnya saya secara tidak sengaja menemukan artikel yang membahas mengenai itu dalam dunia nyata (bukan cuma nocel)!!. Satu kata KEREN BANGET!!! Yap, aslinya mesin super besar ini dinamakan The Large Hadron Collider (LHC), berbentuk cincin yang sangat besar, fungsinya ya untuk akselerator partikel.
Ahaha, that's why i love physics, so soo exited!

Berikut cuplikan artikelnya (mun di copy semua mah atuh melanggar hak cipta, lengkapna baca disini : sumber)

Apa itu Large Hadron Collider?
The Large Hadron Collider (LHC) adalah cincin “Akselerator Partikel” dan “Atom-Smasher” dengan ukuran sangat besar. LHC memiliki keliling 27 km pada kedalaman 175 meter di bawah tanah. Cincin itu terdiri dari 9300 kumparan magnet superkonduktif yg dirangkai seperti sosis dan didinginkan dengan sekitar 96 ton helium cair.
mesinnya ada di dalam tanah yang melingkar itu (gede banget)
LHC
LHC
LHC adalah proyek pembangunan sebuah mesin super raksasa, super rumit, dan tentu super mahal. Proyek ini membutuhkan waktu 40 tahun dan mulai dibangun pada tahun 1971. LHC selesai terpasang pada akhir 2008 dan Warming Up generatornya akan dilakukan pada pertengahan 2009. Reaktor LHC akan beroperasi penuh paling lambat tahun 2012 sesuai dengan rencana semula. (lihat web site CERN www.public.web.cern.ch/public)
Mesin ini juga disebut sebagai kulkas super raksasa dan oven super raksasa, karena dalam pengoperasiannya nanti akan didinginkan sampai – 271 derajat Celcius menggunakan helium cair dan setelah tabrakan partikel nantinya akan menghasilkan panas sampai 100.000 derajat celcius.
Lokasi proyek LHC berada di perbatasan Perancis dan Swiss. LHC dibuat oleh para ilmuwan jenius di CERN yang dirancang untuk memecahkan partikel yang diharapkan dapat menjawab beberapa pertanyaan dalam fisika kuantum.
CERN adalah organisasi penelitian nuklir Eropa yang bermarkas di Jenewa yang didirikan pada tahun 1954. Saat ini organisasi ini mempekerjakan hampir 8.000 ilmuwan jenius (separo dari jumlah ilmuan pratikel seluruh dunia) yang mewakili 580 universitas yang berasal dari 80 negara. CERN juga adalah institusi yang menemukan internet pertama kali pada tahun 1989. Institusi ini membuat teknologi www (world wide web) yang ditemukan oleh salah satu anggota CERN yaitu Tim Berners-Lee. CERN memiliki laboratorium penelitian partikel yang terbesar di dunia.
Mega proyek ini dibangun dengan anggaran Rp. 53,3 Trilliun atau lebih dari separo dari biaya yang dibutuhkan untuk membuat proyek Jembatan Selat Sunda. Referensi lain menyebutkan biaya yang dibutuhkan totalnya adalah $ 9 Milliar. Beberapa negara yang terlibat memiliki kontribusi dalam hal pendanaan pembuatan proyek dan termasuk biaya operasionalnya.

Cara Kerja LHC (bisa menjadi mesin waktu?)
LHC terdiri dari dua pipa cahaya yg berdekatan dimana masing-masing pipa berisi sekelompok proton yg “berlari” mengilingi cincin utama secara berlawanan arah. Setiap kelompok proton tersebut didorong” oleh mesin LHC sehingga bisa mengandung energi sebesar 7 Trilyun Volt (7 TeV) atau setara kereta super cepat yang bergerak dengan kecepatan penuh. Kecepatan proton tadi hampir menyamai kecepatan cahaya. Idenya adalah untuk mengfokuskan energi besar ini ke dalam ruang sekecil mungkin.
Pada 4 titik tertentu 2 pipa tersebut akan bersilangan satu sama lain sehingga 2 kelompok proton tadi akan saling bertabrakan dg total energi sebesar 14 TeV dan menghasilkan 600 juta partikel per detik. Pada titik-titik tabrakan tersebut dipasang detektor-detektor raksasa yg akan mencatat semua serpihan partikel super kecil yg dihasilkan pada setiap tabrakan. Ukuran konstruksi salah satu dari detektor tersebut dapat digunakan untuk membangun satu Menara Eiffel.
Dua proton yang ditembakkan meniru kondisi “Big Bang” dari “plasma kosmik”. Plasma kosmik adalah keadaan hampir cair yg masih merupakan misteri, yang terbentuk sebelum partikel-partikel itu dingin agar terbentuk atom bersama-sama. LHC akan memaksa partikel-partikel ini lepas dari ikatannya, menjadi substansi dari zat yang terurai – untuk menciptakan “plasma kosmik” yang asli, dan merekonstruksi kondisi Big Bang.

Menurut penelitian yg dipublikasikan oleh Irina Arefieva dan Igor Volovich,”Dalam relativitas umum, waktu digambarkan dalam kurva ruang-waktu berawal dari masa lalu ke masa depan. Tetapi adakalanya kurva tersebut akan berpotongan, seperti kurva tertutup, yang diinterpretasikan sebagai sebuah mesin waktu – sekaligus memunculkan kemungkinan perjalanan waktu (time travel).
Majalah Discover mengutip ini: “Proses collision (tubrukan proton) di LHC dapat menyemburkan massa baru yang aneh, dimensi ruang tersembunyi yang membentang, bahkan menciptakan dimulainya lagi kelahiran kecil jagat raya. Dan sekarang, seperti yang kita lihat – mungkin sekaligus mesin lorong waktu.”

Tujuan Proyek LHC
Tujuan utama mega proyek LHC adalah untuk menjawab berbagai misteri terbesar dalam alam semesta, yaitu bagaimana alam semesta terbentuk lalu bagaimana dan mengapa alam semesta bisa berkembang seperti sekarang ini.
Dengan proyek ini bisa diketahui apa yg terjadi sepersejuta detik setelah big bang terjadi. Para ahli berharap akan bisa melihat partikel paling eksotis yaitu “Partikel Higg Boson” atau populer disebut “Partikel Tuhan”. Dengan beroperasinya hasil mega proyek ini, Para ilmuwan akan dapat meneliti langsung Hal-hal seperti Genesis Particle, Black Hole, Dark Matter, Higgs Bosson, Force Separator, Graviton Pulse, dan lain-lain.

Baca Selanjutna..

Minggu, 24 Juni 2012

Poems

Malam-malam, update dulu bentar, yap, sehubungan dengan postingan sebelumnya, Saya sempat mengatakan bahwa saya bukan orang yang bisa merangkai kata-kata menjadi sebuah puisi, namun kalo dipikir-pikir, nyoba bikin ga salah juga,...


Akhirnya saya mencoba untuk mengeluarkan otak sastra saya yang sudah terkubur dalam dan bulukan, memaksanya kembali bekerja, akhirnya saya menghasilkan puisi yang cukup aneh dan menggunakan bahasa inggris yang pas2an .. haha.. setidaknya saya berani menulis hal yang saya paling tidak bisa..

"Tryin' much better than doing nothing" ~ Imam A, 2012

Berikut puisi buatan saya, semoga kalian suka.. 

That Momment

Last night,
It was a clearly skies, the stars beautifully shining..
The fireflies was flying around like dancing,
seems pretty cute.
i was tryin' to close my eyes..
And imagined..
It should be more perfect if you came with your innocent smile..
Friends, some day, i'll take u to this place,
and enjoy this momment with you..

 Untuk temanku di sukabumi sana :D

Baca Selanjutna..

Puisi

Meski judulnya puisi, tapi ini puisi bukan buatan saya...
Belakangan ini saya minta di bikinin puisi kepada teman saya, yang isinya tentang saya (biarlah kepedean, yang penting akhirnya blog ini berisi puisi juga, hahaha)
Namanya juga saya bukan pujangga, tulisan-tulisan saya aja ga ada tuh unsur keindahannya (ada juga unsur ngacapruknya), ah sudahlah, dari pada berlama-lama, untuk menghormati yang sudah menuliskan saya puisi, saya tuliskan puisi nya sajah ya..
(Semuanya karya Delis Fatimah, kenalan saya di Learning Camp)



Puisi 1
(Tanpa Judul)

Jika malam bintang itu..
Kau bersinar terang memanggilku dari atas
Kunang-kunang mungil ini,
Cahayaku masih redup
Aku terbang menembus angin
Ajakanmu menarik sayap kecilku





Puisi 2
(Tanpa Judul)

Keluh kecilmu terbenam di balik gunung..
Rasa kecewamu bersembunyi di bawah bumi..
Tak pernah ada marah yang membakar..
Karena ikhlas dan sabar selalu mengiringi detikmu


(comment : gataueun dia kalo saya sebenernya sedikit pemarah :p)

Puisi 3
(Tanpa Judul)

Langitku,
Selalu biru cerah
Senyummu penuh makna pada awan yang melukiskan impianmu
Bagai mentari pagi, Semangatmu berkobar..
Pancarkan keyakinan seakan hari ini adalah segalanya

Dan harapan untuk besok selalu ada
Satu langkah kecilmu adalah segores senyumku
Seribu jejak langkahmu membekas dalam tawa bahagia


Maklum pendek-pendek, orang ngasihnya lewat sms, btw, thanks buat yang bikin yah :D

Baca Selanjutna..

That Sweet Memories

Huaaaaaaaaaaa.... Setelah sekian lama ngga buka blog, akhirnya saya di beri mood kembali untuk mengisi tulisan-tulisan gak jelas di blog ini. (Sebenernya mah gara-gara jadi pengangguran, jadi weh bakat ku euweuh gawe)
Sekarang, setelah lama ga menulis, akhirnya saya kembali di bangkitkan oleh suatu semangat yang luar biasa, setelah saya iseng-iseng buka blog saya sendiri dan baca-baca isinya, mulai terpikir satu hal di benak saya,

Dari pada tiduran di kasur nunggu jenggotan, lebih baik kita gunakan kegiatan (sedikit) bermanfaat semisal ngeblog kembali ~ Imam A, 2012
Okeh, tidak berpanjang-panjang dalam pembukaan yang sekiranya ga penting ini, saya akan mulai topik utama di postingan pertama saya ini,
That sweet memories, yap, apalagi kalo bukan membicarakan tentang kenangan-kenangan, daaaan~
Karena saat ini saya berstatus pengangguran (SMA udah lulus, kuliah belum lulus), tentu saja hal yang akan saya ceritakan disini adalah hal yang baru saja saya tinggalkan, bersama berjuta kenangan di dalamnya, bergabung menjadi seperti tanggo, lapisan juta kenangan yang kalo di makan manisnya akan selalu berbekas,

Masa-masa jadi siswa SMAN Tanjungsari

Kalo dipikir-pikir, setelah 3 tahun berstatus siswa disana, sangat ga kerasa tiba-tiba saya ncle (jangan tanya bahasa apa, dibaca : eny-cle) berstatus sebagai alumni SMAN Tanjungsari,  yap, sejak cap tiga jari yang saya lakukan hari selasa lalu, saya resmi berstatus sebagai alumni dari sana (sekaligus pengangguran). Time goes so fast..
Kalo hidup saya seperti facebook (pake timeline dan kronologi), mungkin 3 tahun selama masa di SMAN Tanjungsari itu is the sweetest one, meski nano-nano, namun tetep manis.. Makannya cukup sedih juga harus meninggalkan berjuta kenangan yang ada di sana.
Ayo kita flashback ke 3 tahun yang lalu...

Saya masuk ke SMA ini pada tahun 2009, masih dengan muka innocent dan sangaaat polos, ga mengerti apa-apa dan parahnya, tidak ada alumni SMP saya masuk sini, kesimpulannya saya benar-benar sendiri ('-')..
Lalu saya di mos oleh 3 orang teteh-teteh sekbid (haduh lupa namanya) dan masuk sebagai siswa grup C. Itu pengalaman pertama saya merasakan masa orientasi untuk siswa baru yang isinya saya di suruh makan yang ngga-engga (maklum, waktu smp, sekolah saya baik, gada yang begituan, ohahaha)




Jambatan "anti" hujan
Tempat Piket
Lapangan

Menuju BP, warjok dan Lab. Bahasa

Kolam depan ruang kepala sekolah

Singkat cerita, setelah melewati seluruh masa MOS, lalu ternyata di sela-sela masa MOS itu ada test psikotes untuk penentuan kelas, Ternyata saya menjadi salah satu dari orang terpilih yang diberikan kesempatan menjadi siswa terpilih menempati kelas unggulan di X-1 (ohahaha :D)

Di kelas X-1 saya bertemu dengan orang-orang berotak kualitas einstein dan mental kualitas panser, (namanya juga kelas unggulan), namun lepas dari keedanan otak mereka, ternyata kelas ini tidak seperti kelas unggulan kebanyakan, yang biasanya memiliki kesan seperti kuburan, ternyata ini kelas maceuh abis, (jangan tanya lagi ini bahasa planet apa) Dan, justru titel "kelas unggulan" itu yang bikin kami gerah, soalnya guru-guru seringkali bilang "maenya kelas unggulan kitu" (dafuq ('^') ) ,akhirnya kami namai kelas kami SLASH (Super Linglung Autism Sapuluh Hiji) , sebenarnya nama yang karen SLASH, tapi singkatan yang aneh -____-

X-1 "SLASH"

Setelah diwewelan kenangan manis di SLASH, akhirnya tiba saatnya kenaikan kelas, saya mengambil program ipa dan ternyata, kali ini saya dapet ipa paling ujung, dengan kelas tanpa jendela, XI IPA 4, (kalo ada film rumah tanpa jendela, mungkin ini juga bisa dijadikan film, sugan we laku, haha)
Sebelum masuk ke kehidupan saya di IPA 4, saya diberi kesempatan menjadi orang yang (lagi lagi) beruntung mendapat kesempatan "menjahili" (dalam tanda kutip loh ya) adik-adik kelas yang masih pada unyu yang baru masuk dalam masa orientasi siswa, huahahaha :D
Dengan niat mengakrabkan dan mengenalkan siswa kepada lingkungan SMAN Tanjungsari (berasa senior), maka dengan secara (tidak) terpaksa, saya harus ........................... (bagian ini dilewat, berasa jahat :p)
Usut punya usut, ternyata setelah selesai masa MOS, saya dapet lumayan banyak surat kagum dari adik-adik kelas yang saya bimbing, bahkan ada yang lintas kelas (waktu itu saya ngurus X-7, dapet surat dari X-6) haha, berasa ganteng, huekkkk... Heureuy ah

Lewati masa mos, 

Akhirnya saya menjalani kehidupan baru di kelas IPA 4, sebenarnya orang-orang dikelas ini sebagian besar bukan orang asing bagi saya, karena banyak anak SLASH nya juga banyak anak ROHIS, organisasi dimana saya bernaung, maka hanya butuh waktu sebentar untuk kami semua menjadi akrab dalam sebuah suasana kelas yang akhirnya dengan berbagai pertimbangan, rapat di halaman kelas ipa 4 yang lebarnya hanya 1 meter persegi, kami namai kelas kami APARAT (Angkatan Pertama Ipa 4), walau sedikit ga nyambung (mungkin harusnya APERPAT, namun ya sudahlah)

inilah aparat yang masih pada unyu

halaman super sempit APARAT
Setelah 2 tahun bersama aparat di masa kelas XI dan XII, ternyata kami menjadi kelas yang sangat kompak, dan kelas dengan sikap kekeluargaan yang sangat erat, (I'll miss u guys :( ),
Ada Yosep sang presiden abadi yang selalu bisa menyatukan kita semua,
ada Arinta sang juara kelas yang tak terkalahkan,
Ada Saya yang (eh, silahkan nilai sendiri)
Ada Anjani sang pemilik golden voice
Ada Ocol sang pembantu ketua kelas

Baca Selanjutna..

Minggu, 12 Februari 2012

Essay

Mau Dibawa Kemana Pendidikan Indonesia?
Oleh Imam Abdul Rahman

Saat ini Indonesia dimata dunia masih tergolong sebagai negara berkembang, –atau dalam bahasa kasarnya- tergolong sebagai negara miskin. Namun apakah hal ini karena Indonesia masih bisa dikatakan “Negara Baru Merdeka”?
Dalam kenyataanya umur suatu negara tidak menentukan perkembangan negara tersebut. Contohnya saja India dan Mesir yang umurnya lebih dari 2000 tahun, dan sampai sekarang masih dikategorikan sebagai “Negara Berkembang”.  Disisi lain Singapura yang umurnya masih kurang dari 150 tahun sudah membuktikan kekuatannya untuk menjadi negara maju.
Sama halnya dengan sumber daya alam yang ada di dalam suatu negara, tidak dapat menjamin kemakmuran negara itu sendiri. Jepang yang punya area yang relatif terbatas, 80% daratannya berupa pegunungan yang tidak cukup untuk pertanian. Namun mereka sekarang menjadi raksasa ekonomi dunia.
Satu hal yang dimiliki negara Jepang dan Singapura, yang juga sebagai kunci sukses mereka adalah kualitas sumber daya manusia mereka. Mereka berhasil mengembangkan potensi yang ada dalam diri manusia agar dapat berfikir memanfaat ilmu mereka untuk kemajuan negaranya, meski dalam kondisi yang terbatas. Dapatkah hal tersebut dimiliki oleh Indonesia?
Satu hal yang tak lepas dari kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dalam suatu negara adalah, bagaimana negara menerapkan sistem pendidikan bagi rakyatnya. Agar kelak dapat membawa negaranya menjadi negara terbaik di mata dunia.
Namun untuk Indonesia? Banyak pihak yang menilai bahwa kurikulum dan sistem pendidikan yang diterapkan oleh Indonesia saat ini dinilai kurang efektif, -bahkan saya katakan disini, buruk-. Kurikulum Indonesia saat ini menuntut siswa untuk mengerti dan menghafal seluruh mata pelajaran yang ada tanpa terkecuali.
Sudah terbentuk “mindset” bahwa orang yang pintar itu adalah orang yang mendapat “nilai besar diatas kertas”. Seorang siswa dituntut dapat mementingkan seluruh mata pelajaran yang ada di sekolah, karena itulah yang dianggap paling penting. Sedangkan bakat sesungguhnya yang ada dalam diri siswa harus selalu dijadikan nomor 2.
Hasilnya? Kualitas SDM yang dihasilkan Indonesia pun selalu kalah dari negara-negara lain. Toh tenaga kerja Indonesia yang terkenal didunia akhirnya adalah tenaga kerja pembantu yang mau dibayar murah.
Berdasarkan hasil survey dari The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) pada akhir tahun 2001, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada diurutan juru kunci di negara Asia. Jauh dibawah Jepang, Singapura, dan lainnya. Hal ini tidak lain dikarenakan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak efektif diterapkan bagi siswa Indonesia.
Lalu, apa faktor-faktor yang mempengaruhi “buruknya” sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia?
Sebelumnya telah disinggung sedikit mengenai beratnya kurikulum Indonesia yang menuntut siswa mengerti seluruh pelajaran. Jelas sekali bahwa kurikulum Indonesia ini dibuat untuk orang-orang “pintar” saja, bahwa seorang siswa diajak berlari untuk dapat mengikuti semua standar kompetensi seluruh pelajaran. Tidak peduli bagaimana daya serap dan kemampuan dari siswa itu sendiri.
Kenyataannya siswa tidak mungkin dapat paham pada semua pelajaran yang ada. Siswa memiliki spesialisasi pada pelajaran-pelajaran tertentu, yang sayangnya, kurikulum yang berlaku di Indonesia tidak mau tahu soal itu. Yang penting adalah semua siswa harus memenuhi standar pada semua jenis pelajaran. Hasilnya? Siswa terdorong menggunakan segala cara agar dapat melubangi bolong dari kekurangannya.
Hal lainnya adalah, pendidikan Indonesia terlalu terfokus pada ujian tulis dan hafalan. Bukan kemampuan siswa sesungguhnya. Dari mulai syarat kelulusan, seleksi perguruan tinggi, hingga hal-hal lainnya semuanya menggunakan hasil dari test diatas kertas. Ilmu yang didapatkan siswapun hanyalah sekumpulan hafalan teori. Produknya adalah siswa mengerti bagaimana memindahkan jawaban dari buku ke atas kertas ujian tanpa mengerti apa sesungguhnya yang mereka pelajari. Akhirnya semua pelajaran pun kehilangan esensinya untuk menjadi sebuah “pelajaran”.
Satu hal lagi yang cukup lucu terjadi di negeri ini. Indonesia itu bisa dikatakan negara yang tidak konsisten, kurikulum Indonesia senantiasa berubah tiap pergantian Menteri Pendidikan. Mungkin jika perubahan itu ke arah yang lebih baik, akan sangat bagus. Namun nyatanya, kurikulum yang berubah tidak bercermin terhadap kesalahan kurikulum sebelumnya, namun lebih cenderung “meneruskan”.
Hal yang bertujuan awal ingin memajukan pendidikan Indonesia, hasilnya malah mempersulit keadaan yang memang sudah buruk. Kurikulum yang senantiasa berubah menyebabkan siswa dan guru kebingungan. Siswa yang tidak mampu pun terpaksa “harus” membeli buku penunjang (buku paket, dsb) yang baru sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Kesalahannya adalah, pemerintah tidak pernah tahu langsung bagaimana kondisi pelajar di sekolah-sekolah. Pemerintah merasa telah melihat seluruh siswa dapat mengikuti standar kompetensi yang ditetapkan. Akhirnya pemerintah meningkatkan standar kelulusan bagi siswa tiap tahunnya. Pemerintah tidak melihat banyak siswa yang sudah kewalahan mengikuti standar kompetensi yang ada.
Siswa yang terbebani sekian banyak pelajaran akan semakin terbebani seiring ditingkatkannya standar kelulusan sekolah-sekolah di Indonesia. Siswa yang tidak dapat mengikuti standar kompetensi akhirnya terdorong untuk melakukan segala cara agar dapat nilai baik diatas kertas. Seorang siswa yang tadinya mencontek hanya untuk menutupi kekurangannya, akhirnya menjadi kebiasaan dan menghasilkan mental yang buruk untuk seorang generasi penerus bangsa. Dan itulah kenyataan kondisi siswa dilapangan.
            Seorang siswa yang sudah bermental buruk pada akhirnya akan menjadi benih yang buruk untuk bangsa. Dan akan menghasilkan kualitas SDM yang bermunculan di Indonesia saat ini.
            Kesimpulannya, kurikulum Indonesia yang berlaku saat ini dapat dikatakan sangat tidak efektif. Dari mulai tingkat kesulitan tanpa melihat daya serap siswa hingga sistem yang cenderung menuntut siswa “menghafal” bukan “mengerti” apa yang dipelajari. Selama sistem pendidikan Indonesia masih seperti ini, maka kualitas SDM Indonesia di mata dunia masih akan “seperti ini”.

Baca Selanjutna..