Minggu, 28 Agustus 2011

Tanpa Warna

Hmm.. entahlah, apa yang membedakan antara tahun ini dengan tahun sebelumnya, antara ramadhan ini dengan ramadhan sebelumnya, dan antara idul fitri ini dengan idul fitri sebelumnya. Tapi yang jelas tahun ini bener-bener tahun yang ngga banget buat saya. Mengapa? Karena entah kenapa akhir-akhir ini hidup saya benar-benar tidak bervariasi, dan juga... saya merasa tidak bisa melepaskan "the real imam" (halahh).
Galau? Sepertinya sama sekali ngga, hanya saja di tahun 2011 ini benar-benar hidup tanpa warna, yah kalau di ibaratkan perasaan saya seperti tai yang mengambang di atas kolam, ya begitulah.. yang tai itu lihat hanyalah wilayah kolam dan sekitarnya. (mungkin perumpamaan tai memang tidak tepat, haha). Mengambang, mengambang, mengambang... dan terus begitu.
Tersenyum, tertawa, saya masih merasakan itu, dan saya sama sekali tidak di rundung kegalauan, hanya saja, terkadang saya sering bernostalgia ke masa lalu dan berpikir, betapa menyenangkannya masa-masa itu. Masa-masa yang bisa dikatakan saya masih budak boboloneun.

Yah, bisa dikatakan sekarang benar-benar masa yang monoton. Mono itu tunggal atau satu. Tone itu nada. Jadi monoton itu, nada tunggal? Kalo kata mbah gugel :

Yah kalo menurut saya hidup monoton itu hidup tanpa irama, karena hanya satu nada yang kita punya. Dengan kata lain, bener kata si embah, sangat-sangat datar. Sekarang sedang ga jelas apa yang saya pikirkan, apa yang saya inginkan, dan apa yang harus saya lakukan. (Tentu kebingungan saya ini bukan mengenai tujuan jangka panjang saya)
Bahkan momen paling sakral buat tahun ini, idul fitri, sangat terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Yap yang kali ini terasa sangat biasa, nothing special, dan hal-hal semacam itu. Padahal ini termasuk momen besar bagi saya (baca : pengucuran dana).
Kira-kira begitulah, bahkan saya sendiri tidak mengerti kenapa saya menulis ini. Bzzzzztt..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar